Aceh Timur (Beritapesona.com) — Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, M.Si, dan Wakil Bupati T. Zainal Abidin, S.Pd.I., MH, bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merenungkan capaian yang telah diraih dan tantangan yang masih dihadapi saat menyelenggarakan Upacara Peringatan hari jadi Kabupaten Aceh Timur ke-69 di Lapangan Pusat Pemerintahan Aceh Timur, Desa Titi Baro, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin (24/11/2025).
“Garang” bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga keberanian dalam mengusung inovasi dan keadilan. “Kuat Bersama Rakyat” di Bumi Nurul A’la.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap program pembangunan. Sementara “Maju Bersama Syariat” mengingatkan bahwa kemajuan harus sejalan dengan nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan.
Dalam perayaannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang kini telah menginjak usia 69 tahun. Perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk terus menguatkan persatuan, keberanian, dan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi masyarakat Aceh Timur.
“Perayaan ini juga menjadi momentum refleksi atas sejarah panjang Aceh Timur, yang telah tumbuh dan berkembang dari akar budaya dan situs sejarah agama kerajaan Peureulak raja-raja yang kuat di Asia Tenggara antara tahun 840—1292 M ,” lanjutnya.
Berdasarkan data resmi tersebut, total jumlah penduduk Kabupaten Aceh Timur saat ini tercatat sebanyak 466.225 jiwa, yang terdiri dari 234.745 laki-laki dan 231.480 perempuan. Tercatat jumlah total 135.310 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Aceh Timur.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, Aceh Timur memiliki potensi luar biasa untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Namun, kemajuan tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, infrastruktur yang memadai, serta pelayanan publik yang prima. Ucapnya.
Bupati Al-Farlaky menambahkan, mari kita jadikan hari ulang tahun ini sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen harus bersinergi, kolaborasi saling mendukung, serta bekerja keras mewujudkan Aceh Timur yang lebih baik—tempat di mana setiap warga merasa aman, sejahtera, dan patut berbangga tinggal memiliki banyak pesantren/dayah.
Di daerah Julok pesantren Ulama Kharismatik Aceh Tgk. Muhammad Ali atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Paya Pasi, yang kini sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, provinsi Aceh.
“Semangat gotong-royong dan kesatuan itulah yang harus menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan, sehingga setiap program yang digagas dapat dirasakan manfaatnya secara merata, dan setiap anak muda Aceh Timur memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkarya di tanah kelahirannya sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat, kita bisa mengatasi tantangan seperti kesenjangan ekonomi, keterbatasan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan. Mari kita terus jaga harmoni, tingkatkan partisipasi aktif masyarakat, dan wujudkan tata pemerintahan yang bersih dan melayani.
“Hanya dengan kerja sama yang solid dan hati yang tulus, Aceh Timur bisa melangkah maju, mandiri, dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, kita wujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat,” tutupnya.







